Nama : Muhammad Wahyudi Akhmad
Nim : 200209501072
Kelas : PTIK D 2020
Mata Kuliah : Analisa Desain Jaringan
Dosen Pengampuh : Aulyah Zakilah Ifani, M.Kom.
Analisis, arsitektur, dan desain jaringan adalah proses yang digunakan untuk menghasilkan desain yang logis, dapat di kembangkan, dan dipertahankan keamanan nya (security). Analisis jaringan mempelajari apa yang dibutuhkan pengguna, aplikasi yang digunakan pengguna, dan perangkat-perangkat apa saja yang mereka gunakan dari suatu jaringan. Analisis juga memahami mengenai bagaimana perilaku sebuah jaringan (network behavior) pada berbagai situasi. Dalam prosesnya analisis jaringan menyediakan dasar bagi semua arsitektur dan keputusan untuk membuat desain/rancangan.
Tujuan dari analisis jaringan ada dua, yaitu:
1. Untuk mendengarkan keinginan pengguna, memahami kebutuhan mereka
2. Untuk memahami kebutuhan sistem.
- Tahap Analisis (Network Analysis)
Tahap analisis digunakan untuk mengkombinasikan beberapa tahapan. Adapun yang termasuk di dalam tahapan Analisis yaitu Requirement, Model Flow, dan Resiko (Permasalahan).
Input & Output Analisis Jaringan :
a. Input :
1. Mengidentifikasi keadaan Jaringan
2. Mengidentifikasi masalah dengan sistem yang ada
3. Persyaratan dari pengguna, aplikasi, dan perangkat.
b. Output:
1. Deskripsi masalah untuk Jaringan
2. Deskripsi persyaratan untuk jaringan
3. Pemetaan mapping dan arus lalu lintas
4. Deskripsi potensi dan resiko
Kemudian adapun kegunaan dari tahap analisis jaringan yaitu mempelajari siapa user, mempelajari perangkat yang digunakan, memahami perilaku jaringan dan kebutuhan jaringan.
- Tahap Arsitektur (Nework Arsitektur)
Input dan Output Arsitektur Jaringan yaitu:
a. Input : merupakan output dari analisis jaringan, yaitu:
1. Deskripsi masalah untuk Jaringan
2. Deskripsi persyaratan untuk jaringan
3. Pemetaan mapping dan arus lalu lintas
4. Deskripsi potensi dan resiko
b. Output:
1. Pilihan teknologi untuk jaringan
2. Pilihan topologi
3. Hubungan antar fungsi jaringan
4. Kelas peralatan
Adapun manfaat dari arsitektur jaringan yaitu untuk mengembangkan konseptual, mengebangkan level, memilih teknologi dan topologi yang akan dibuat, menentukan hubungan antar fungsi jaringan.
Input dan output design jaringan yaitu:
a. Input : merupakan output dari arsitektur jaringan, yaitu:
1. Pilihan teknologi untuk jaringan
2. Pilihan topologi
3. Hubungan antar fungsi jaringan
4. Kelas peralatan
b. Output:
1. Mendapatkan pilihan vendor jaringan
2. Mendapatkan pilihan penyedia layanan jaringan
3. Mendapatkan pilihan peralatan
4. Mendapatkan rancangan dari tahapan
Adapun manfaat dari tahap desain yaitu mendapatkan detail fisik arsitektur, mendapatkan gambaran jaringan, dan mendapatkan pilihan perangkat.
Di dalam suatu jaringan terdapat Hirarki dan Diversiti :
1. Hirarki adalah tingkatan konsentrasi jaringan atau aliran trafik dalam keterhubungan suatu jaringan, serta hirarki ini juga penting membantu kita menentukan suatu jaringan termasuk routing dan konfigurasi.
2. Diversiti adalah menyeimbangkan suatu struktur interkoneksi pada jaringan
Terdapat 3 tingkatan layer pada hirarki jaringan yaitu :
Core layer : bertanggung jawab mengatur traffic dan switching jaringan.
Distribution layer : bertanggung jawab mengontrol arus lalu lintas jaringan.
Access layer : bertanggung jawab menghubungkan akses jaringan yang akan saling terhubung.
Komentar
Posting Komentar